Norma Penghitungan Penghasilan Netto untuk Orang Pribadi PekerjaanBebas

Beberapa hari yang lalu ada seorang dokter yang bekerja di salah satu Rumah Sakit dan praktik klinik di Timika menelpon untuk berkonsultasi mengenai penghitungan Pajak untuk penghasilannya dari praktik di klinik. saat itu saya sendiri sedang cuti sakit dan mengantre di RSUD kampung halaman saya untuk berobat, meskipun demikian saya berusaha untuk mengingat2 norma penghasilan netto untuk seorang dokter, namun gagal untuk meyakinkan diri sendiri bahwa yang saya ingat itu sudah sesuai dengan norma per wilayah dalam peraturan yang terbaru. yang teringat jelas hanyalah norma penghitungan tersebut diatur dalam PER-17/PJ/2015 dan pernah didiskusikan oleh teman satu kubikal saya. karena sedang cuti dan berada di tempat yang kurang memungkinkan untuk bertanya atau membuka peraturannya, akhirnya saya jawab Wajib Pajak tersebut dengan menjelaskan bahwa saya sedang cuti dan silahkan buka per-17/pj/2015 atau datang ke KPP Timika untuk berkonsultasi ke help desk. namun, karena jawaban atas pertanyaan tersebut penting juga untuk saya, setelah pulang dari RSUD saya searching PER-17/PJ/2015 untuk saya pelajari. Laman yang saya jadikan referensi untuk belajar saat itu adalah http://www.pajak.go.id/content/norma-penghitungan . mari kita diskusikan hasil pemahaman saya dari per-17/PJ/2015 tersebut, supaya bisa lebih memahami penghitungan pajak terutang dan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Pekerja Bebas yang benar agar terhindar dari kiriman surat cinta dari AR.. hehehe…

Pengertian Norma

Norma Penghasilan adalah cara lain (persentase) untuk menghitung jumlah penghasilan Netto orang pribadi dalam satu tahun sebagai dasar untuk penghitungan PPh terutang.

Siapa yang boleh menggunakan Norma

Yang boleh menggunakan Norma dalam menghitung penghasilan netto setahunnya adalah Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp4.800.000.000 (empat milyar delapan ratus juta rupiah). Jika peredaran brutonya sudah 4,8M atau lebih Wajib melakukan pembukuan, sehingga tidak diperkenankan lagi menggunakan norma. Dulu, semua orang pribadi yang memiliki kegiatan usaha atau pekerjaan bebas menggunakan norma untuk menghitung penghasilan netto setahunnya. Namun, sejak PP 46 berlaku, hanya untuk orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas yang menggunakan norma, selebihnya dalam menghitung pajak terutang menggunakan PP 46 (PPh final 1% dari omset).

Jadi, untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran usahanya kurang dari 4,8M boleh menggunakan norma, kecuali atas usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan dikenakan PPh final.

contoh: dokter Intan memiliki penghasilan dari praktik klinik dan memiliki counter HP di Timika dengan penghasilan setahun masing-maisng 1,2 milyar rupiah dan 720 juta rupiah. Maka untuk menghitung Pajak terutang atas penghasilan dokter intan adalah sebagai berikut: Penghasilan yang dari klinik dicari penghasilan nettonya terlebih dahulu dengan cara 1,2 milyar dikalikan norma untuk dokter (50%), baru kemudian dikurangi PTKP dan dikalikan dengna tarif PPh pasal 17. Sedangkan untuk penghasilan dari counter HP dikenakan PPh final 1% dari 720 juta (omset) karena omset<4,8M.

Kewajiban Pengguna Norma

Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto wajib menyelenggarakan pencatatan dan memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. 

Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak untuk menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto, dianggap memilih menyelenggarakan pembukuan. 

Besarnya Norma

persentase Norma Penghitungan Penghasilan netto dikelompokkan menjadi tiga kelompok wilayah, yaitu:

  1.  Sepuluh ibukota propinsi yaitu: Medan, Palembang, Jakarta, Bandung,  Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak;
  2.  Ibukota Propinsi lainnya;
  3.  Daerah lainnya.

Contoh Penghitungan

Contoh penghitungan ini saya ambil dari lampiran IV PER-17/PJ/2015 dengan penyesuaian PTKP 2016.

Selain menjalankan usaha kantor akuntan publik di Jakarta, Nona Aurelia memiliki usaha persewaan ruang kantor di kota yang sama. Sepanjang tahun 2016, Nona Aurelia memiliki peredaran usaha dari jasa kantor akuntan publik sebesar Rp1 miliar. Sedangkan dari usaha persewaan ruang kantor memperoleh sebesar Rp3 miliar. Nona Aurelia telah menyampaikan pemberitahuan mengenai penggunaan Norma Penghitungan kepada Direktur Jenderal Pajak 3 bulan sejak awal Tahun Pajak 2016. Karena penghasilan yang diperoleh Nona Aurelia pada tahun 2016 dari usaha jasa kantor akuntan publik dan usaha persewaan ruang kantor tidak melebihi Rp4,8 miliar, maka Nona Aurelia boleh menghitung penghasilan neto atas penghasilan yang diperoleh dari jasa kantor akuntan publik dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto. Sedangkan atas penghasilan yang diperoleh Nona Aurelia dari usaha persewaan ruang kantor dikenai PPh yang bersifat final berdasarkan PP No. 29 Tahun 1996 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP No. 5 Tahun 2002 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan.

Penghitungan Pajak Penghasilan Nona Aurelia yang terutang pada Tahun Pajak 2016 adalah sebagai berikut:

  • Persentase penghasilan neto jasa kantor akuntan publik di kota Jakarta adalah sesuai dengan norma KLU 69200 untuk 10 ibukota provinsi yaitu sebesar 50%.
  • Penghasilan Neto dari jasa kantor akuntan publik: 50% x Rp1.000.000.000,- = Rp500.000.000,-
  • Penghasilan Tidak Kena Pajak setahun untuk diri Wajib Pajak sendiri = Rp 54.000.000,-
  • Penghasilan Kena Pajak = Rp446.000.000,-
  • Pajak Penghasilan terutang:
    • 5% x Rp 50.000.000,- = Rp 2.500.000
    • 15% x Rp200.000.000,- = Rp30.000.000
    • 25% x Rp196.000.000 = Rp49.000.000
    • Jumlah = Rp81.500.000,-

download:

per 17 2015

Lamp 1

Lamp 2

Lamp 3

Lamp 4

2 Comments

  1. Rian July 6, 2018
    • H Irvan S July 7, 2018

Leave a Reply